Kemegahan Dan Keunikan Pura Lingsar Sebagai Simbol Perdamaian

Pura Lingsar-Pulau merupakan salah satu pulau di Indonesia yang kaya dengan unsur pariwisata, selain tempat wisata di Lombok yang telah terkenal seperti Pantai Senggigi dan gugusan pulau kecil nan cantik. Di Lombok juga terdapat objek wisata yang bertema sejarah yang salah satunya adalah Pura Ligsar milik umat Hindu.

pura-lingsar-lombok

Mengapa sebuah Pura? Karena Pura ini memiliki cerita tersendiri yang unik hingga membuat para wisataran penasaran dan ingin berkunjung ke Pura tersebut. Selain Lombok yang terkenal dengan Seribu Masjidnya karena terdapat banyak masjid yang letaknya bahkan berdekatan juga terdapat beberapa Pura. Ini yang menjadi salah satu hal menarik disana, kerukunan antar umat beragama yang dijaga dengan baik dan saling tolong menolong membangun Desa.

Sejarah Berdirinya Pura Lingsar

Pura ini dibangun pada masa kerajaan yang dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1741 yang berarti usia Pura ini sudah lebih dari dua setengah abad. Raja Agung Ngurah Gede Karangasem dari Bali yang berhasil menguasai Pulau Lombok dan juga dikenal sebagai Raja yang mendirikan Taman Narmada pada tahun 1727, setelah Taman Narmada selesai baru Pura Lingsar dibangun.

Waktu pembangunannya sendiri juga masih simpang siur ada yang menyebutkan tahun 1727 dan ada yang menyebutkan tahun 1759. Pada awalnya Pura ini hanyalah sebuah mata air yang baru muncul yang disebut Al Mual yang berarti Sumber Air, kemudian nama ini diganti oleh orang-orang Bali yang mendapatkan ilham untuk membangun Pura jika pulau Lombok berhasil dikuasai dan akhirnya dijadikanlah tempat ini sebagai Pura.

Sedangkan nama Lingsar memiliki arti Ling yang berarti wahyu dan Sar yang berarti benar atau terang jadi Pura Lingsar ini merupakan hasil dari wahyu yang benar dan terang. Awal tujuan pembangunan Pura Lingsar ini untuk menyatukan penduduk pribumi yang berasal dari suku Sasak dengan orang Bali yang berhasil menguasai pulau Lombok

Namun orang dari suku Sasak yang menggunakan sumber mata air ini sebagai tempat pemujaan yang sangat dikeramatkan karena dahulu terdapat cerita bahwa terdapat seorang penyiar agama islam atau atau disebut Moksa yang hilang secara misterius di tempat tersebut.

Keunikan Pura Lingsar

Pura ini dibangun dengan tujuan untuk menjaga kerukunan antara suku sasak yang menganut agama islam dengan orang-orang beragama Hindu yang terutama dari daerah Bali. Pura yang berada di Desa Lingsar Kec. Narmada Kab. Lombok Barat ini tidak terlalu jauh baik dari Bandara Internasional Lombok atau dari pusat kota Mataram karena memakan waktu tidak sampai 1 jam untuk sampai disana.

Di pura ini terdapat sebuah tradisi ang lagi-lagi melibatkan kedua umat beragama yaitu Perang Ketupat atau yang masayarakat Lombok sebut dengan “Perang Topat”. Perang yang rutin diadakan 1 tahun sekali ini biasanya diselenggarakan sebelum masa tanam padi atau sebelum datangnya musim hujan. Tradisi ini bertujuan untuk mensyukuri rizki dan nikmat dari Tuhan yang telah dicukupkan dan dilimpahkan kepada para penduduk disana, selain itu acara ini juga bertujuan untuk meningkatkaan kerukunanan dan menjalin silaturahim diantara kedua umat yang berbeda keyakinan ini.

Selain Perang Topat di Pura Lingsar juga terdapat kolam yang airnya berasal dari mata air yang tidak pernah kering walaupn musim kemarau yang panjang, di kolam tersebut terdapat seekor ikan Moa yang berbentuk seperti Belut dan sangat dikeramatkan. Terdapat cerita menarik di tempat ini karena kalian bisa mencoba keberuntungan dengan cara melempar koin sambil membelakangi kolam dan meminta apa yang menjadi keinginan kalian dan sebutkan dalam hati. Jika ikan Moa tersebut keluar maka diyakini keinginan kalian akan menjadi kenyataan.